Prinsip Reformed ketiga: Sola Fide (Hanya Iman). Kita percaya hanya dengan iman kita dapat datang kepada Tuhan, tidak ada jalan syarat. Firman anugerah tiba pada seseorang lalu orang tersebut menerima Firman anugerah dengan lembut hati maka akhirnya tumbuhlah iman, itulah “syarat,” kalaupun masih ingin memakai kata “syarat”. Tidak ada cara memperkenankan hati Tuhan, kecuali melalui iman. Itulah Sola Fide. Konsep iman dalam pemikiran Martin Luther yang begitu tajam sangat mengagumkan saya. Baginya iman adalahthe acceptance of the acceptance (penerimaan atas penerimaan). Iman berarti saya menerima anugerah Allah, bahwa siapa yang menerima Yesus sebagai Juruselamat yaitu yang percaya kepada nama-Nya, dia diberikan hidup yang kekal. Iman berarti membuka hati menerima penerimaan Allah. Menerima penerimaan artinya menerima satu fakta yang tidak mungkin. Ini disebut mission impossible. Iman yang mustahil, tetapi dimungkinkan oleh Allah ketika saudara diterangi dan bisa mengerti rahasia iman ini—rahasia bahwa Tuhan mau menerima saya. Saya menerima bahwa Tuhan sudah menerima saya. Itulah iman dalam pikiran Luther. Di dalam hal ini Luther melampaui Calvin.
Iman kepercayaan dalam bahasa Latin: pistos, artinya setia kepada aslinya. Dalam buku saya, saya mengatakan yang disebut iman adalah setia kepada kebenaran. Berbeda dari definisi Calvin, Luther, Katholik, saya menemukan apa yang disebut dengan fidelity:Kesetiaan terhadap yang asli. Ketika rasio kita, yang sudah menjadi anak terhilang, kacau balau, berkeliaran, dan sekarang kembali kepada kebenaran, setia kepada kebenaran, itulah iman. Tapi Luther mengatakan penerimaan atas penerimaan yaitu bahwa saya menerima satu fakta bahwa Tuhan menerima saya. Saya yang begitu rusak dan Tuhan terima. Tuhan kini bertanya, “Sekarang maukah kamu percaya?” Jawaban saya: “Saya menerima fakta yang tidak mungkin, tetapi sudah terjadi, maka aku bersyukur dan menerima.” Itulah iman.
Orang yang mengerti pengertian iman sedemikian, mungkinkah akan merajalela dalam gereja, mungkinkah ia sombong mau merebut kemuliaan, mungkinkah akan sembarangan menindas orang lain, sombong menyatakan lebih kaya, lebih hebat, lalu meminta hak status istimewa di dalam gereja? Bolehkah orang yang mau melayani tidak mau datang ke persekutuan doa karena terlalu sibuk? Yesus Anak Allah berdoa sepanjang malam baru melakukan pelayanan dan memilih murid, sampai akhirnya naik ke atas salib. Anak Allah setiap hari berlutut, sedangkan kita menganggap diri kelas superior. Kita sering menganggap diri luar biasa di dalam gerakan Reformed. Biarlah kita hancurkan kecongkakan semacam itu dan kita belajar merendahkan diri. Saya memimpikan kemuliaan Tuhan tercapai bukan di luar tapi di dalam kekristenan. Banyak orang mengatakan, “Aku hidup untuk Tuhan.” Betulkah kita hidup untuk Tuhan? Betulkah kita sungguh-sungguh mengabdi untuk Tuhan? Di mana dapat dilihat hal tersebut? Kita harus mengembalikan yang terbaik untuk Tuhan. Kita semua hanya diberi anugerah saja.
Gerakan Reformed Injili ini adalah gerakan yang sangat mahal, tetapi saya memakai uang paling sedikit untuk menghasilkan hasil sebaik mungkin; dengan waktu sesedikit mungkin bekerja sebanyak mungkin; dengan kesehatan sedikit bekerja seberat mungkin, dengan orang yang sedikit bisa mempengaruhi sebanyak mungkin orang, dengan kesempatan yang paling minim bisa mempengaruhi sebesar mungkin demi kemuliaan Tuhan. Ini prinsip“squeeze-isme” (diperas sampai keluar minyaknya).
Jikalau saudara menyadari besarnya anugerah Tuhan, apa yang saudara akan kerjakan? Apakah saudara tamak, atau mau berbagi? Sangkallah diri untuk kemuliaan Allah dan jadilah berkat bagi sesama. Gerakan Reformed tidak boleh berhenti, harus terus berjuang, karena Kekristenan sudah tidak mungkin diwakili oleh orang Liberal yang sudah menjual iman, tidak mungkin diwakili oleh orang Pantekosta Kharismatik yang menginjak-injak doktrin, tidak mungkin diwakili oleh orang Injili yang tidak mengerti mandat budaya.
Prinsip yang terakhir: Soli Deo Gloria (Segala kemuliaan bagi Allah). Memuliakan nama Tuhan bukan memuliakan politik, orang kaya, orang pintar tetapi memuliakan yang menciptakan kekayaan, yang memberikan kepintaran, yang menguasai segala raja. Yesus Kristus yang pernah dihina, diejek, dilahirkan di palungan, dipaku di kayu salib, diperlakukan tidak adil, dikutuk, dimatikan dengan ditusuk kedua tangan dan kaki-Nya, yang menderita sengsara paling dalam dan paling kejam di atas salib, Dialah yang patut dimuliakan. Kita harus hidup hanya untuk memuliakan Tuhan. Mari kita tidak bermain-main dan berespon kepada Tuhan. Amin.