Tanpa ingin menggantikan kelima pokok tersebut, Sproul mencoba menjelaskan TULIPdengan diksi yang berbeda, yaitu Radical corruption, Sovereign election, Definite atonement,Effectual grace, Preservation of the saints. Inti yang sama tetapi dengan diksi yang berbeda tersebut tidak serta merta menciptakan sebuah singkatan baru, RSDEP. Di sini Sproul ingin menekankan bahwa singkatan TULIP, meskipun terdengar sangat pas, dapat menimbulkan kesalahpahaman jika tidak dijabarkan secara benar.
Sebagai contoh T untuk Total depravity, yang berarti kerusakan total, memberikan kesan bahwa manusia itu jahat sampai sejahat-jahatnya yang paling memungkinkan, kejahatannya bersifat menyeluruh sampai pada perbuatan yang nampak dari luar sekalipun. Tetapi doktrin tentang kerusakan total ini pada nyatanya tidak berarti demikian. Sebagai contoh, Adolf Hitler yang dikenal sebagai manusia iblis, mungkin saja menyayangi dan dalam beberapa kesempatan berbuat baik kepada ibunya. Sproul menjelaskan masalah ini dengan memakai istilah Radical corruption karena kata radikal (radical) diturunkan dari bahasa Latin radix yang berarti “akar”. Mengatakan bahwa manusia rusak secara radikal berarti bahwa dosa menembus sampai ke akar atau inti seorang manusia, sehingga apa yang keluar darinya pada dasarnya adalah jahat. Sama seperti pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik pula.
Di samping kaya akan nilai-nilai theologis, buku ini menjelaskan Theologi Reformed dari sudut pandang sejarah beserta contoh-contohnya. Ini karena Theologi Reformed tidak dapat dilepaskan dari sejarah. Seseorang yang belajar Theologi Reformed perlu mengerti pergumulan dan pemikiran para tokoh sejarah pada zaman itu yang berjuang mempertahankan kemurnian Firman dari serangan pemikiran sesat yang pernah muncul. Katakanlah Konsili Antiokhia, Nicea, dan Chalcedon yang pernah diadakan untuk membahas Kristologi; perdebatan antara Pelagius dan Agustinus mengenai dosa asal; perdebatan antara Arminianisme dan Calvinisme mengenai keselamatan, dan sebagainya. Sejarah penting bagi kita untuk belajar membedakan mana yang benar dan yang salah.
Kiranya melalui buku ini kita dapat lebih mengerti apa itu Theologi Reformed, yang merupakan buah dan hasil perjuangan selama berabad-abad demi mempertahankan kemurnian firman. Biarlah hati dan pikiran kita boleh terus diisi dengan theologi yang benar, theologi yang berpusat pada Allah dan bukan kepada manusia, theologi yang berdasarkan pada firman Allah yang sejati dan theologi yang sudah selayaknya dipelajari oleh setiap orang Kristen. Soli Deo Gloria.
Kurniawan Prasetya Pieth
Pemuda GRII Singapura
Pemuda GRII Singapura
Tidak ada komentar:
Posting Komentar